Belajar Otodidak

Otodidak dapat diartikan sebagai belajar secara sendiri untuk akhirnya mampu menguasai keahlian tertentu. Meski terkesan individualistis dan menjauhi dari nilai sosial namun harus diakui metode belajar secara otodidak akan memberikan hasil yang sangat memuaskan walaupun tak semua orang akan mudah untuk menempuhnya. Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kita banyak melakukan pembelajaran secara otodidak. Seperti ketika harus pergi ke sebuah tempat yang baru kita datangi maka kita akan coba untuk mengingat jalan yang kita lalui agar tidak tersesat ketika pulang nanti. Begitu juga dalam kegiatan adaptasi ketika kita mencoba untuk menyesuaikan diri dengan tempat dan suasana baru maka tanpa bimbingan siapapun kita mencoba untuk memahami tentang kondisi baru tersebut hingga kita bisa cocok dengan keadaan di sekitar kita. Belajar secara otodidak sangat bagus untuk mempelajari suatu keahlian yang spesifik. Tentunya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda untuk bisa memahami suatu hal dan setiap orang memiliki minat dan bakat yang berbeda. Berangkat dari pemahaman tersebut maka bisa dipahami tentang pentingnya belajar secara otodidak. Sehingga terjadi kebebasan bagi diri kita untuk bisa mempelajari sesuatu yang memang menjadi minat kita karena sesuai dengan bakat yang dimiliki. Belajar secara otodidak menjadi sangat efektif karena berawal dari kesadaran kita untuk ingin bisa menguasai keahlian tertentu. Hingga kegiatan belajar bukan lagi suatu kewajiban tetapi sudah menjadi kebutuhan. Akan ada perasaan bebas dan kita belajar tanpa keterpaksaan karena dalam belajar secara otodidak kita sendiri yang menentukan hal apa saja yang mau kita pelajari dan kita kuasai. Kegiatan belajar secara otodidak menjadi sangat efektif dan bisa mengembangkan keterampilan yang kita miliki. Karena dalam belajar secara otodidak kita dituntut untuk bertanggung jawab kepada diri sendiri. Kita bisa melatih diri dengan cara mampu mengenali kekurangan yang dimiliki dan mencoba mencari cara untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Kita akan menjadi manusia yang bebas karena bisa dengan fleksibel mengatur waktu untuk belajar, kita bisa menentukan sendiri kapan kita meluangkan waktu untuk belajar. Melalui belajar secara otodidak kita memiliki keahlian yang sangat baik karena biasanya kita akan terus berlatih untuk semakin meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Itu semua terjadi karena dalam belajar secara otodidak hal yang kita pelajari adalah sesuatu yang memang kita sukai. Sehingga tidak ada rasa bosan dan jenuh untuk selalu mempelajarinya. Kegiatan belajar secara otodidak mengasah kedewasaan pada diri kita untuk mampu menentukan mana yang harus kita lakukan dan mana yang baik untuk kita. Meski demikian pada beberapa orang belajar secara otodidak terasa sangat sulit. Hal ini karena pada dasarnya orang tersebut tidak memiliki tekad yang kuat untuk belajar. Sehingga mereka akan cepat bosan terlebih lagi ketika menemui sebuah kesulitan. Hingga akhirnya kembali bagi mereka bila kegiatan belajar hanyalah kewajiban dan bukan kebutuhan. Belajar secara otodidak saat ini bukan sama sekali tanpa bimbingan. Kita bisa saja membaca buku atau bertanya kepada orang lain tentang sesuatu yang tidak kita pahami. Terlebih lagi dengan memanfaatkan internet maka dapat dengan mudah untuk menunjang kegiatan belajar secara otodidak. Tentunya tidak ada sekolah yang mengajari kepada muridnya untuk menjadi seorang pengusaha sukses atau menjadi presiden. Keberhasilan yang diraih adalah hasil dari kerja keras serta ketekunan dengan tekad yang kuat untuk selalu mau untuk mempelajari hal-hal baru. Salah satu cara untuk mampu menguasai keahlian tertentu adalah belajar secara otodidak dengan kesadaran bahwa belajar adalah suatu kebutuhan bagi diri kita. Pendidikan sekolah formal tidak bisa menjadi ukuran standar sebagai pengembangan kecerdasan seseorang. Sekolah hanya mengajarkan hal yang bersifat umum dan menjadi pancingan bagi anak untuk akhirnya bisa ditemukan bakat yang dimilikinya. Ditemukan banyak anak yang sama sekali tidak berprestasi dalam pelajaran apapun di sekolah. Sebenarnya hal seperti ini bisa saja dimaklumi mengingat sekolah mungkin belum memiliki kualitas pengajaran dan fasilitas yang memadai. Tugas orang tua untuk selalu membimbing anaknya dan bersama-sama mengeksplorasi kemampuan anak hingga ditemukan minat dan bakat anak yang sebenarnya dan harus dipahami bahwa hal tersebut benar-benar keinginan anak tanpa adanya paksaan dari orang tua. Inilah manfaatnya belajar secara otodidak untuk mampu mengasah kemampuan seseorang sesuai dengan bakatnya. Karena setiap manusia itu unik maka wajar bila dalam belajar perlu adanya eksklusifitas. Melalui belajar secara otodidak dengan mempelajari hal yang memang menjadi minat dan bakat orang tersebut akan mampu menghasilkan pribadi yang percaya diri dengan kemampuan yang istimewa. Sehingga nantinya ketika mulai bekerja maka pekerjaan tersebut memanglah yang menjadi keinginannya karena sesuai dengan minat dan keahlian yang dimiliki. Sehingga kegiatan belajar maupun bekerja dapat menjadi hal yang menyenangkan. Belajar secara otodidak tidaklah susah asalkan kita memang bersungguh-sungguh. Seperti seorang perempuan yang ingin pandai memasak. Tanpa harus pergi ke sekolah masak cukup dengan membeli kumpulan resep makanan atau menonton acara masak di televisi. Maka ia mencoba untuk belajar memasak sendiri dan terkadang dengan peralatan dan bahan yang seadanya. Setelah beberapa kali mencoba maka akhirnya ia berhasil membuat sebuah masakkan. Ia lantas terus berlatih hingga akhirnya pandai membuat berbagai jenis masakkan yang berbeda. Belajar secara otodidak berawal dari kemauan diri sendiri. Berangkat dari kesadaran bahwa belajar adalah suatu kebutuhan. Kemampuan mungkin bisa dilatih tapi kemauan harus ada dari hati kita. Keterbatasan bukan menjadi hambatan, keterbatasan justru memacu kita untuk menjadi kreatif.